UNESCO: Jampang Digambarkan Sebagai Tanah Pertama Di Pulau Jawa

75

JAMPANGMEDIA.COM,- Daerah yang kini menjadi kawasan objek wisata Geopark Ciletuh, Pada Oligosen-Miosen Awal, sekitar 23 hingga 15 juta tahun yang lalu, mengalami peningkatan dan membentuk Dataran Tinggi Jampang. Daerah ini juga dapat digambarkan sebagai tanah pertama di pulau Jawa. Hal tersebut ditulis oleh UNESCO pada laman websitenya, www.unesco.org.

UNESCO menyebutkan, Geopark Ciletuh adalah Geopark yang terletak di perbatasan zona aktif tektonik, zona subduksi antara lempeng Eurasia dan lempeng Indo-Australia, yang terus bertemu pada 4 mm / tahun.

Daerah ini dicirikan oleh keragaman geologi yang langka, yang dapat diklasifikasikan menjadi tiga zona, zona subduksi batuan terangkat, lanskap dataran tinggi Jampang dan zona magmatik kuno bergeser dan evolusi busur depan.

Bukti untuk proses subduksi serupa yang terjadi selama usia Cretaceous (145-66 juta tahun yang lalu) ditemukan di daerah Ciletuh dalam bentuk formasi batuan yang disimpan di dalam parit subduksi dalam. Formasi batuan ini terdiri dari ophiolit, metamorf, batuan sedimen yang dalam, dan kompleks mélange dan dikenal sebagai formasi batuan tertua di permukaan Jawa Barat.

Pada Oligosen-Miosen Awal (sekitar 23 hingga 15 juta tahun yang lalu), daerah tersebut mengalami peningkatan dan membentuk Dataran Tinggi Jampang. Proses tektonik selama Miosen-Pliosen (5-8 juta tahun yang lalu) menyebabkan keruntuhan gravitasi bagian dari Formasi Jampang, membentuk morfologi amfiteater alam berbentuk sepatu kuda terbesar di Indonesia dan serangkaian air terjun.

Daerah ini dapat juga digambarkan sebagai ‘tanah pertama di pulau Jawa barat’. Proses pelapukan dan kelainan mempengaruhi beberapa formasi batuan dan menghasilkan formasi unik dari batuan berbentuk binatang. Sejak Pleistocene (2,5 juta tahun yang lalu hingga baru-baru ini), aktivitas gunung berapi telah bergeser ke utara, mengakibatkan mata air panas, geyser, dan sumber daya panas bumi di daerah utara.

Merayakan Warisan Bumi, UNESCO Global Geoparks