Baru Memiliki Dua Ruang Kelas, MI Al Fajri Membutuhkan Bantuan

53

JAMPANGMEDIA.COM,- Sejak didirikan pada tahun 2010 yang lalu, Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Al-Fajri belum sekalipun mendapat bantuan dari pemerintah. Bangunan dan fasilitasnya masih sangat terbatas dan jauh dari kata memadai. Padahal MI Al-Fajri saat ini menampung 90 murid dan sudah meluliskan tiga angkatan.

Jangankan fasilitas seperti komputer, perpustakaan ataupun yang lainnya. Bangunannya saja baru memiliki dua ruang kelas, itupun berukuran sempit. Padahal kepala sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Fajri sudah beberapa kali mengajukan permohona bantuan Ruang Kelas Baru (RKB) kepada pihak-pihak terkait.

Pendirian MIS Al-Fajri ini berawal dari harapan serta dorongan dari warga masyarakat Desa Ciracap, yang ingin mendapatkan akses pendidikan yang lebih dekat. karena menurutnya dengan adanya sekolah yang dekat maka secara otomatis biaya pendidikan bisa terjangkau. Kata Endim Opandi, Kepala MIS Al-Fajri saat ditemui di sekolahnya, di Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Rabu (16/5/2018).

Alhamdulilah, kata Endim, Pada tahun Ajaran 2010-2011 harapan masyarakat yang ingin menyekolahkan anaknya dengan biaya murah yang sesuai dengan keinginannya itu bisa bener-benar terwujud.

Endim Opandi, Kepala Madrasah Ibtidaiyah (MIS) Al-Fajri Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi

Namun seiring perjalanan, sampai sekarang tahun 2018 MIS Al-Fajri di usianya yang ke delapan tahun sulit untuk mendapatkan bantuan pembangunan ruang kelas baru. Disamping masih membutuhkan ruang kelas, juga masihh banyak kebutuhan sarana dan prasarana lainya.

Walaupun dengan keadaan yang serba kekurangan, Lanjut Endim, Tetapi kami tidak akan pernah kendor sedikitpun untuk terus mengembangkan dan memajukan lembaga ini hingga terkejar segala ketertinggalannya, demi mewujudkan harapan warga masyarakat di Desa/Kecamatan Ciracap. Karena menurutnya, masih banyak cara berbenah diri dalam menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman.

Selain itu, Endim juga mengatakan, demi terintegrasinya kearifan lokal dengan lembaga pendidikan, maka kami memutuskan akan menanam markisa bersama warga masyarakat disekitar Madrasah untuk sedikit menunjang kebutuhan dan kreatifitas Madrasah. Yang mana ditempat lainnya, program penanaman markisa ini sudah digerakan oleh Penyuluh Agama Kemenag Kabupaten Sukabumi, Bapak Henda Pribadi selaku penggagas program penanaman markisa di Kecamatan Ciracap. Pungkasnya.