Banyak Orang Liburan Ke Jembatan Cibuni, Ngapain.?

167

JAMPANGMEDIA.COM,- Setiap akhir pekan atau hari libur lainnya, apalagi waktu libur panjang, banyak orang yang datang mengunjungi kampung Cibungur, Desa/Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi. Yang dimana di Kampung Cibungur ini terdapat Jembatan Rusak milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang menghubungkan Kabupaten Sukabumi dengan Kabupaten Cianjur.

Tapi pengunjung datang ke Kampung Cibungur bukan untuk melihat pemandangan indahnya deras air sungai Cibuni dari atas jembatan rusak ini, melaikan untuk mengunjungi Pemandian Air Panas di Kampung Cibungur yang lokasinya sangat berdekatan dengan jembatan butut ini.

Sumber air panas yang katanya berasal dari pasir hawu, dan hilirnya mengalir ke sungai Cibuni ini, walaupun tidak disentuh oleh pemerintah dan tidak terpelihara, apalagi di tata, tapi sering dikunjungi oleh warga dari dalam maupun luar wilayah untuk mengisi liburannya atau yang datang untuk mengobati penyakit kulit.

Di depan lobang Sumber air panas Cibungur Kecamatan Cidadap Kabupaten Sukabumi

Akses menuju lokasi pemandian Air Panas ini, apabila pengunjung dari arah Sukabumi atau Sagaranten, sekitar lima meter sebelum jembatan Cibuni belok kanan masuk ke area parkir yang juga digunakan pangkalan pengambilan pasir Cibuni, atau untuk pengguna roda empat bisa di parkir di pinggir jalan sebelum jembatan. Setelah itu jalan kaki sekitar satu atau dua menit ke sumber air panas.

Rahman Hakim (25), pemuda Kampung Cibungur mengatakan, Air Panas yang berada di Kampung Cibungur sering didatangi pengunjung karena dianggap bisa menyembuhkan penyakit kulit. Biasanya penderita penyakit kulit sembuh setelah satu dua atau tiga kali mandi di air panas ini. Konon, kata Rahman, penderita penyakit kulit apabila ingin sembuh harus mandi disitu dengan menyimpan uang koin di lubang sumber air panasnya keluar. Kata Rahman. Jum’at (18/5/2018).

Pengelolaan tempat ini masih diabaikan, apalagi dari pemerintah setempat. Sebetulnya, tutur Rahman, sudah ada yang minat pihak swasta dari luar untuk mengelola pemandian air panas ini, namun sampai saat ini belum ada tindak lanjut. Katanya.

Tepian sungai Cibuni, hilir dari aliran pemandian air panas

Pengunjung yang datang setiap minggunya selalu ada mandi di Cipanas, atau yang ingin masak-masak di tepian sungai Cibuni sambil mancing. Kalau bulan Ramadhan seperti ini paling yang datang anak muda ngabuburit sore-sore. Pungkas Rahman.