PENJELASAN PANGLIMA TNI DI ILC TV ONE, MEMBUAT KAMI GELISAH DAN WAS-WAS

0
688
Panglima TNI
ILC TV ONE

Jampangmedia.com, Ciracap. Sekiranya apa yang digambarkan oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, tentang ISU kekuatan Militer dan konspirasi Negara-negara tetangga tentang Indonesia yang katanya begitu potensial dan menarik untuk diperebutkan. Dengan begitu banyaknya cadangan energi dan sumber daya Alam yang melimpah ruah, Indonesia menjadi begitu seksi untuk ditelanjangi. Bagaimana jika itu benar-benar menjadi kenyataan. Negara-negara serakah melakukan Invasi besar-besaran, dengan banyak dalih. Bisa dikatakan “Perang” di Negara kita ini bakal terjadi lagi. Kenapa Panglima TNI harus menjelaskan hal demikian, jika hanya karena Kasus Ahok dan Kejadian Demo masal di Jakarta? Jika penjelasan itu adalah sisi lain dari cara pandang Panglima TNI, Maka Kegelisahan di sebagian Masyarakat awampun akan merebak, berpikir takut akan terjadinya adu kekuatan antar Negara pun bisa terjadi akibat begitu dramatisnya pernyataan Panglima TNI tersebut. Rakyat menjadi begitu gelisah. Pemikiran-pemikiran lain jadi bermunculan seolah dipola-kan oleh situasi dan gelombang media masa yang gencar memberitakan soal AHOK DAN HOAK.

Siapakah beliau? Letjen TNI Gatot Nurmantyo merupakan perwira lulusan Akabri tahun 1982. Lahir di Tegal Jawa Tengah pada 13 Maret 1960 dan menikah dengan Enny Trimurti serta dikaruniai tiga orang anak.
Sebelum menjabat sebagai Kasad, Letjen TNI Gatot Nurmantyo pernah menjabat sebagai Pangdam V/Brawijaya kemudian Komandan Komando Pendidikan dan Latihan (Kodiklat) TNI AD, dan terakhir sebagai Panglima Komando Cadangan Strategi Angkatan Darat (Pangkostrad).

Pernyataan Beliau pada acara diskusi dalam acara Indonesia Lawyers Club yang ditayangkan stasiun televisi TV One, pada Selasa (8/11/2016). Saat itu, begitu mengejutkan dan membuat ciut sebagian Warga. Sebut Saja Hamdan Nonga, LinMas Di Kp. Selamanjah itu mengomentari pernyataan Sang Jenderal. “Bagaimana jika itu benar terjadi, Kita akan kembali berhadapan dengan Kompeni ( Penjajah red- ) Pernyataan tersebut kiranya menjadi buah bibir bagi sebagian Masyarakat, khususnya kalangan Bawah ( Pelosok -red ) Kegelisahan-kegelisahan muncul, setelah munculnya kasus Gubernur Jakarta Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok. Yang menyulut gelombang Demo besar-besaran di Jakarta (4/11/2016) menjadi begitu pelik dan menakutkan. Begitulah kiranya gejala yang terjadi di Sebagian Masyarakat pedesaan. Meski di luar batas pemikiran Mereka, namun isu tetaplah isu yang sudah akut menjalar di daerah-daerah. Khususnya wilayah kami.

Yang menarik, obrolan yang biasanya dimulai dengan Saudara Ahok, kini berganti menjadi Isu perang. Begitulah kiranya tafsiran orang-orang di Desa setelah mendengar penjabaran Sang Jenderal tersebut. “Kita belum siap untuk berperang” teriak Yang satu, dengan sigap seseorang berteriak pula. “Kita siap perang dengan siapapun demi utuhnya NKRI. NKRI harga mati.” Begitulah apa yang terjadi di Sini. Sebuah tempat yang sangat jauh dari ibu kota. Tetapi sangat dekat jika mendengar gambaran situasi masa kini yang disebutkan Panglima TNI tersebut. Bahkan kalimat Beliau yang diulang-ulang “Ada apa ini?” seolah menegaskan, bahwa akan ada sesuatu yang terjadi yang tidak kami ketahui.

Kiranya, di sini. Ada beberapa tafsiran pendapat terhadap apa yang telah dinyatakan oleh Pangliima TNI tersebut. Wilayah Kami, Pa. Jika dilihat dari peta buta. Sangatlah dekat dengan Pulau milik Negara Australia, dan Laut kami pun berada persis dengan zona laut eklusif atau zona bebas di wilayah selatan Jawa Barat. Bayangkan saja, jika benar adanya konsentrasi militer di laut yang berdekatan dengan kami. Apa yang akan terjadi? Memang bukan urusan Kami, yang hanya sebatas Rakyat. Dan di Tempat kami pun memang ada POS TNI Angkatan Udara yang berlokasi tepat di depan Pantai Ujung Genteng Desa Ujung Genteng Kecamatan Ciracap Kabupaten Sukabumi. Kami memang tidak perlu berpikir jauh soal peperangan atau lain halnya. Perlu Bapak ketahui pula. Untuk apa Kami takut. Kami bukan Bangsa penakut. seperti apa yang disampaikan pada Acara yang Bapak Ikuti. Kami, sebagai Orang Muslim adalah benteng terkhir Bangsa ini.

Nasi sudah menjadi bubur, dengan adanya penjelasan Panglima TNI. Seolah-olah kita digiring untuk Siap mengahadapi sesuatu yang besar dan pasti akan terjadi.